Ary Ginanjar: Pengertian dan Contoh Coaching

contoh coaching ary ginanjar agustian

Apakah Anda tengah mencari contoh coaching? Sebelum beralih ke contoh, ada baiknya untuk mengetahui lebih dulu pengertian coaching. Menurut Ary Ginanjar Agustian Coaching adalah sebuah teknik yang dirancang untuk membantu coachee menemukan dan mewujudkan tujuannya.

Teknik coaching dapat berupa pengarahan langsung dari pimpinan kepada karyawannya. Tujuannya agar karyawan  siap dan berani menghadapi realitas lingkungan pekerjaan. Selain itu, teknik coaching pun sangat efektif untuk menghilangkan kendala yang kerap menghambat kinerja karyawan. 

Contoh Coaching dan Penerapannya

Tak jarang, sebuah perusahaan mengalami penurunan kinerja lantaran karyawannya kehilangan fokus. Beberapa masalah yang sering terjadi, di antaranya:

  • Role expectation
  • Kemampuan atau skill minim
  • Desain pekerjaan yang kurang cocok
  • Lingkungan kerja yang kurang kondusif
  • Kurangnya motivasi

Untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut, alangkah bijaknya jika perusahaan menerapkan teknik coaching. Dalam melakukan teknik coaching, terdapat enam prinsip (6P) yang tak boleh dilupakan, yakni:

  • Purpose

Seorang coach harus menegaskan pentingnya topik atau isu yang diangkat. Teknik ini akan menciptakan kesamaan pemahaman antara coach dengan coachee.

  • Process

Seorang coach harus menjelaskan bagaimana proses melakukan sesuatu langkah demi langkah. Contoh coaching dalam kasus ini: Sebagai coach yang melatih tim penjualan, Anda harus memberi gambaran garis besar mengenai proses pembuatan slide efektif yang dapat meningkatkan penjualan.

Jika coachee mengajukan pertanyaan, maka jawablah pertanyaan tersebut hingga tuntas sehingga semua masalah menjadi jelas.

  • Picture

Teknik ini mengharuskan Anda memeragakan langsung bagaimana cara melakukan hal yang diterangkan. Contohnya, ketika Anda mengajarkan coachee membuat kue, Anda harus memeragakan teknik mudah membuat kue agar mengembang sempurna. Dengan memeragakan secara langsung, coachee akan lebih mudah memahami apa yang hendak Anda sampaikan.

  • Practice

Ketika Anda telah memberikan contoh, beri coachee kesempatan untuk memeragakan langsung. Anda hanya perlu melakukan pengawasan, apakah teknik yang dilakukan coachee sudah tepat atau belum. Lakukan evaluasi kinerja dan performa coachee. Pandu coachee apabila diperlukan.

  • Point of Feedback

Ketika coachee masih belum mencapai tujuan yang diharapkan, segera rumuskan permasalahan yang menyebabkan coachee gagal. Setelahnya, beri umpan balik agar coachee mengetahui letak permasalahannya.

  • Proceed on Next Path

Proceed on the next path merupakan langkah terakhir yang ditandai dengan adanya kesepakatan antara coach dan coachee mengenai langkah dan tujuan yang ingin dicapai.

Langkah-langkah Coaching

Adapun langkah coaching, antara lain sebagai berikut.

  • Menggambarkan masalah secara profesional
  • Mendiskusikan penyebab masalah
  • Mengembangkan rencana
  • Mengenali dan mencatat solusi
  • Mengatur sesi lanjutan

Apa Bedanya Bos dengan Coach?

Kendati teknik coaching dapat dilakukan oleh seorang bos, pada dasarnya terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara bos dengan coach. Bos lebih banyak berbicara dan memegang kendali. Sebaliknya, coach lebih banyak mendengarkan dan memegang komitmen. Bos lebih sering memberikan perintah, sedangkan coach memberikan tantangan.

Hubungan antara bos dan karyawan biasanya hanya sebatas atasan dan bawahan sehingga terkesan menjaga jarak. Lain halnya dengan hubungan antara coach dengan coachee yang sangat dekat dan masih menjaga hubungan meskipun sesi telah berakhir.

Apa yang Harus Dipertimbangkan Ketika Memilih Coach?

Anda tidak boleh asal dalam memilih coach. Memilih coach yang kurang tepat dapat menyebabkan coaching kurang maksimal. Lantas, apa saja yang harus diperhatikan sebelum memilih coach?

Seorang coach yang baik dan profesional harus memiliki memiliki karakter berikut ini.

  • Selalu berpikir positif
  • Suportif
  • Fokus
  • Penuh Perhatian
  • Pendengar yang baik
  • Terbuka
  • Berorientasi pada tujuan

Dengan karakter tersebut, coach akan mudah menetapkan peraturan, membangun dialog dengan pertanyaan berbobot dan mendalam, relevan, singkat, padat, dan berfokus pada tujuan.

Coach yang berpikiran terbuka akan lebih mudah menerima beragam masukan dan ide serta memahami coachee. Pemikiran yang terbuka pun akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi coachee untuk mengemukakan pikiran dan pendapatnya.

Demikianlah informasi mengenai pengertian dan contoh coaching yang perlu untuk Anda ketahui. Jika Anda berminat untuk menggelar acara workshop atau training motivasi karyawan, maka jangan ragu untuk menghubungi ESQ Leadership Center. ESQ LC ini merupakan lembaga training yang di bentuk oleh Ary Ginanjar Agustian, lembaga training terbaik yang siap membantu Anda mengatasi berbagai persoalan dan membuat karyawan kembali bersemangat untuk meraih kesuksesan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *